“Menggoreng” Pelaku Kejahatan Minyak Goreng

gusty iri

Belum lagi, ada pengorbanan yang harus mereka berikan untuk datang ke tempat dan mendapatkan pelayanan. Mulai dari meninggalkan pekerjaan, sampai mengorbankan biaya perjalanan untuk datang mengantre. Apalagi jika layanan di hari tersebut sudah penuh, keesokan harinya harus mengatur jadwal dan mengorbankan waktu untuk datang kembali, otomatis biaya yang dikeluarkan menjadi dua  kali lipat. Situasi stres, putus asa dan tertekan  juga merupakan kerugian immaterial yang harus mereka tanggung.

 “Menggoreng” Mafia

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Hati-hati ya, kata pepatah ‘Siapa bermain api, awas kena api’. Dan bisa jadi, siapa yang bermain minyak goreng, bakal kena ‘goreng.

Mengapa minyak goreng langka dan mahal? Penyebab minyak goreng langka menurut  Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, yaitu pertama, karena kebocoran untuk industri yang kemudian dijual dengan harga tidak sesuai patokan pemerintah.

Kedua, ada penyelundupan dari sejumlah oknum.  Pernyataan Menteri Perdagangan  ini mesti diselidiki kebenarannya. Jika tidak ada bukti maka tidak ada kejahatan, tetapi bila ada bukti maka mesti ditelusuri kebenarannya. Bila itu ada kejahatan karena  disebabkan mafia  sangat disesalkan. Kelangkaan minyak goreng yang disebabkan perbuatan disengaja dengan menimbun barang produksi minyak goreng terang dan jelas merupakan tindak pidana disengaja (dolus) dan tidak ada celah hukum karena lalai (culpa), apalagi peristiwa kelangkaan minyak goreng di pasaran diduga  termasuk perbuatan korporasi distributor berskala besar.

Bila ada dugaan mafia minyak goreng maka  tidak ada alasan pemaaf dan apalagi alasan pembenar perbuatan pengusaha melakukan pembelian besar-besaran dan melakukan penimbunan minyak goreng melampaui batas yang sudah ditetapkan dalam UU. Apalagi dengan tujuan memperoleh keuntungan berlebihan di tengah-tengah penderitaan masyarakat untuk memperoleh minyak goreng untuk keperluan sehari-hari.

Pos terkait