Merenung Perjalanan Paus Fransiskus ke Irak

paus fransiskus3

Selain meneguhkan hati dan iman umat kristiani, kunjungan Paus Fransiskus tentu berdampak pada relasi dialog antara umat beragama dan siapapun yang berkehendak baik.

Kita tertegun akan komentar dari Matteo Bruni, direktur dari kantor berita di Vatikan, “Un gesto d’amore estrem per i cristiani”, satu ungkapan atau gerak hati penuh kasih yang sungguh luar biasa. Paus Fransiskus menunjukkan keagungan kasih untuk mengunjungi, berada dan bersatu penuh kasih akan umat yang menderita akibat rupa-rupa tekanan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Semakin Beriman dan Bersaudara

Perjalanan Paus ke Irak dikabarkan akan jadi berita akbar. Dijadwalkan Paus akan mengunjungi Kota Najaf, kota Ali bin Abu Thalib (Khalifah IV Islam-sepupu nabi Muhammad, SAW) dimakamkan. Di situ, Kota Najaf itu, Paus Fransiskus akan bertemu dan berdialog dengan Ayatollah Ali Sistani, ulama ternama dalam Syiah Irak. Di situlah perjumpaan antariman dibangun. Demi satu keadaban dialog antarumat beragama.

Tetapi, selain akan berjumpa dan merayakan ekaristi bersama Umat Kristen, Paus Fransiskus mengunjungi pula Kota Ur. Itulah kota kelahiran  dan asal Abraham, Bapa Bangsa, sebagaimana direnungkan dari Kitab Kejadian 11:31. Di kota asal bapa semesta Abraham itu, Paus akan berdoa dalam aura lintas umat agama.

Itulah yang menjadi harapan Paus, “insieme con gli altri leader religiosi, faremo anche altro passo avanti nella fratellanza tra i credenti”. Artinya, mesti selalu ada usaha dan harapan untuk satu langkah ke depan, bersama para pemimpin religius untuk menciptakan aura persaudaraan di antara kaum beriman. Tak pernah boleh ada kecemasan, kecurigaan atau pun ketakutan  yang menghancurkan perdamaian, cinta kasih, keadilan, serta rasa persaudaraan.

Pos terkait