
Politik tidak hanya dilihat sebagai gerbong instan menuju kursi kekuasaan semata. Prinsip menghalalkan segala cara ala Machiavelli yang selama ini telah membudaya dalam urat nadi perpolitikan mesti dihentikan. Dalam konteks keberlanjutan kerja politik, cara-cara instan ini membunuh langkah kemanusiaan parpol di masa depan. Rasionalitas publik yang kian terasah dalam ziarah waktu dan pengalaman akan menjadi ganjalan serius bagi parpol dalam kerja politik kemanusiaan.
Kita mengapresiasi langkah Partai Golkar NTT merebut nurani rakyat dengan jalan kemanusiaan. Semoga pesan kemanusiaan ini membuka kesadaran kader Golkar tingkat lokal agar lebih matang dalam kerja politik sebagai medium advokasi kecerdasan publik. Kemanusiaan mesti jadi basis advokasi gerakan politik. Dampak elektoral adalah buah dari kerja politik berbasis kemanusiaan. Siapa yang menabur dengan keringat dan air mata (simbol kejujuran), akan menuai dengan sorak sorai (simbol kebahagiaan).*
Penulis, rohaniwan Katolik, penulis buku “Politik Dusta di Bilik Kuasa” (JPIC OFM (2018)





