Tidak!
Kisah di hari pertama di minggu itu, porak-porandakan seluruh skenario seram dan suram itu. Cukuplah kita termenung pada kisah “batu penutup kubur yang telah diambil dan tiada.” Iya, Yesus sungguh tak bisa diskenariokan dalam kekalahan dan kematian satu putaran lintasan satu garis lurus jalan salib dari pengadilan sesat istana Pilatus hingga kematian tragis Golgota. Tidak…
Ternyata, Tuhan segala kebenaran tidak bisa diperdaya oleh segala siasat maut manusiawi. Tuhan segala Kebenaran tidak bisa diprogramkan dalam segala manuver penuh intrik sarat manipulasi.
Seberapa berat ‘batu penutup makam’ toh pada saatnya bakal tercopot dan terguling pula. Tuhan bangkit. Tuhan meraja. Kebenaran dan Keselamatan dalam Tuhan tak bisa ‘ditutup mati oleh batu penutup makam itu.’
Semuanya kisah kebangkitan Tuhan seturut Penulis Yohanes terlukis sederhana. Namun, baliknya terdapat kekuatan nilai yang patut direnungkan. Semuanya terjadi saat hari masih pagi-pagi benar. Ketika hari masih gelap. Itukah gambaran suasana alam dan hati kita yang masih gelap tak menentu? Dan belum tercerahkan? Namun, di atas segalanya, Tuhan telah memenangkan situasi penuh suram ini.
Tetapi, Paskah peralihanan Tuhan, adalah Paskah Keselamatan. Tuhan yang bangkit itu telah menang jaya. Ia menang tanpa mengalahkan apalagi menghancurkan. Yesus menang tanpa membinasakan para lawan yang memusuhiNya. Sebab dari atas salib, Ia telah mengampuni semuanya dalam doa teramat lembut dan penuh cinta.
Kisah Tuhan ‘menang satu putaran tidaklah berakibat pada kekalahan dan kekalahan satu putaran.’ Dalam Paskah Tuhan, semua manusia dan alam semesta dimenangkan dan diselamatkan. Dalam Paskah Tuhan tak pernah ada narasi kalah menang, luput dan kebinasaan.






