Selain harus diperjuangkan dalam tindakan nyata, harapan juga mempunyai ciri lain. Harapan berkaitan dengan kemewaktuan manusia. Itu berarti mengakui masa lalu, mengambil tindakan masa kini, dan mengantisipasi masa depan. Melki mengakui semua hal baik dan beberapa hal yang belum optimal yang dilakukan para pendahulunya. Melki mengambil inisiatif hari ini dan mengantisipasi masa depan.
Bagi Melki, apa yang dilakukannya saat ini tidak boleh hanya berkaitan dengan angka-angka yang hanya memunculkan pesimisme, tetapi harus merupakan suatu kehendak politik (political will) yang baik untuk menata masa depan NTT. Maka, dari situlah kita bisa paham mengapa Melki kemudian membuat gebrakan-gebrakan awal yang tidak biasa serentak baru dalam sejarah.
Sejumlah menteri mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Melki dan kemudian langsung berkomitmen untuk menjadikan NTT sebagai pilot project bagi sejumlah kegiatan mereka. Beberapa menteri justru langsung membuat jadwal untuk turun ke NTT dalam waktu dekat.
Menteri dalam negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui terobosan Melki mendatangkan sejumlah bupati dan menunjukkan kekompakan yang tidak biasa. Jeruji dan tembok pemisah yang sering terjadi antar-kepala daerah dibongkar. Masing-masing bupati tidak lagi berbicara soal partainya atau kabupatennya saja, tetapi hadir sebagai satu NTT.
Ciri lain dari harapan berkaitan dengan identitas. Melki sadar betul bahwa identitas NTT harus membuat kepala daerah dan warganya bangga. Untuk memperlihatkan hal itu, sepanjang 7 hari dalam kegiatan audiensi, Melki mengenakan kain tenun NTT. Bagi Melki, harapan terhubung dengan identitas. Sebagai orang NTT, kita wajib membangun harapan baik untuk NTT.







