Pemimpin Yang Membuka Harapan Bagi NTT

gusti tetiro2

Dengan identitas satu NTT, Melki ingin mengikatsatukan semua komponen termasuk masyarakat NTT Diaspora. Pun pula mereka yang mungkin bukan orang NTT, tetapi berniat baik ingin membangun NTT. Sejumlah aspirasi yang diungkapkan masyarakat NTT diaspora pada jamuan bersama dicatat dengan sangat baik sebagai hal penting yang harus diperhatikan.

NTT-sentris: Pluricentris-Pluriformis

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pada roadshow hari kedua, Melki memberikan catatan penting tentang gerakan bersama ini. Istilah NTT-sentris diperkenalkan dengan maksud yang mudah dipahami: kita fokus bergerak dan berjalan bersama-sama untuk membangun NTT.

Istilah NTT-sentris kemudian diturunkan lagi sebagai pluricentris et pluriformis. Pluricentris berarti akan ada banyak titik konsentrasi yang kita pakai sebagai  pusat gerakan atau episentrum suatu fokus, yang kiranya bisa mendorong program dan investasi yang masuk. Pluriformis berkaitan dengan beragam bentuk yang bisa kita berdayakan untuk menggolkan maksud dan tujuan kita.

Sebagai contoh, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) adalah episentrum pariwisata NTT. Kepada Pemkab Kabupaten Mabar diberikan tanggung-jawab untuk bisa mempromosikan dan mendorong pariwisata daerah lain. Begitu juga, Kabupaten Sabu Raijua akan menjadi pusat pengolahan garam industri. Kabupaten-kabupetan lain dengan potensi garam industri seperti Nagekeo, Sikka dan Lembata akan dilibatkan secara aktif dalam proses.

Untuk mencapai tujuan itu, Melki meminta kita menghilangkan egoisme rangkap tiga, yaitu ego kedaerahan, ego kepartaian, dan ego sektoral. Tidak boleh ada daerah atau bupati yang merasa hebat sendiri. Tidak boleh ada partai yang merasa berkuasa sendiri. Tidak boleh ada bupati yang melihat sektor tertentu hanya menjadi monopoli daerahnya.

Pos terkait