Rakyat Bicara, Golkar Mendengar Dalam Perspektif Komunikasi Politik

Golkar NTT hasil sayembara 1

Jejaring sosial saat ini dikaitkan dengan komunitas virtual dan jaringan. Jejaring sosial adalah interaksi yang ada di dalam komunitas virtual dan jaringan, entah itu membuat, berbagi, maupun bertukar informasi dan ide-ide. Oleh karena itu partisipasi masyarakat dapat digalakkan dengan memanfaatkan jejaring sosial dalam proses pembentukan pendapat tentang mengatasi  Covid 19.

Media jaringan sosial adalah media yang disediakan secara gratis dengan syarat-syarat tertentu dan biasanya bersifat gratis dan online, dengan banyak fasilitas yang disediakan untuk mendukung membuat suatu jaringan, baik itu jaringan pertemanan, bisnis, fans, mencari teman lama dan lain sebagainya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet di tanah air maupun di dunia, semakin banyak pula pilihan media jaringan sosial online, sebut saja facebook, video film, tagged, frienster, myspace, bebo , twitter,WA, dan lain-lain.

Golkar NTT mempertimbangkan saluran media yang mempunyai jangkauan yang luas, bahkan tidak terbatas kemampuan persuasifnya dalam hal ini pilihannya video film yang sangat viral.

Efek

Teori klasik Harold D. Lasswel selalu menjadi titik tolak penentuan unsur-unsur dalam suatu proses komunikasi. Demikian juga dengan komunikasi politik.

Teori tersebut mengemukakan lima unsur fundamental komunikasi: who (komunikator), says what (pesan), to whom (komunikan), in which channel (media), with what effect (dampak).

Effect atau dampak adalah suatu keniscayaan dalam komunikasi. Efektivitas komunikasi dinilai dari seberapa jauh kesamaan antara komunikator dan komunikan. Entah itu sama dari tataran pengetahuan atau informasi, sama sikap, hingga sama tindakan atau perilaku. Hal inilah yang dikonsepsikan sebagai efek komunikasi.

Pos terkait