Kita mengindikasi dampak dengan tiga tingkatan. Pertama, kognitif. Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Kedua, afektif. Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada efek kognitif. Komunikan yang terdapat dampak afektif mulai memberi sikap atas suatu informasi. Bukan hanya berhenti pada tataran tambahan pengetahuan (kognitif). Ketiga, konatif/behavioral. Efek behavioral/konatif ini kaitannya pada perilaku komunikan setelah proses komunikasi berlangsung.
Efektivitas komunikasi terbukti pada partisipasi masyarakat dalam sayembara yang digelar untuk mendengar aspirasi masyarakat NTT mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten dan provinsi tersebut. Panitia menerima sebanyak 6.189 video. Komponen perempuan dan anak muda terbukti terlibat dalam partisipasi mengemukakan aspirasinya. Dari sepuluh juara yang terbaik limanya adalah perempuan, lima yang lain pria, termasuk perempuan muda dan pria muda anak milenial.
Dari sepuluh besar ditemukan efek pesan yang sangat kuat. Juara pertama atas nama Thomas Radiena, anggota Polres Kupang. Thomas memiliki pesan yang sangat kuat, masuk akal, punya daya persuasi yang dapat membangkitkan kesadaran kognitif, keterlibatan afeksi dan perwujudan dalam tindakan perilaku pada publik. Tindakan solidaritasnya pada masyarakat kecil bisa diadopsi menjadi contoh yang hidup untuk diterapkan. Thomas memberikan contoh jalan keluar bagi tindak pendidikan/pembelajaran.
Thomas mengangkat kisah miris tentang sulitnya mengikuti pendidikan di masa pendemi Covid-19, mengalahkan peserta lain yang mengirimkan video. Dalam video berdurasi singkat itu, Thomas bercerita suatu hari dalam perjalanan ke kantor, dia melihat anak usia sekolah dasar menangis di pinggir jalan lantaran tidak memiliki pulsa data internet untuk mengikuti sekolah online.







