Dan masuknya Ronaldo di menit ke 73 adalah “satu sejarah baru.” Pertama kali Ronaldo masuk lapangan dari bangku cadangan. Dalam laga sepenting dan segenting ini. Sekedar perhargaankah ini? Hanya mau membuktikan bahwa CR 7 masih bertaji? Atau memang ‘sudah kelayakan saatnya ia ditenangkan dalam damai di bangku cadangan untuk pertandingan selanjutnya?’
Selentingan coretan jurnalis memang membara. Cenderung menghanguskan Ronaldo. “Cristiano Ronaldo Tak Mau Latihan dengan Pemain Cadangan Setelah Portugal vs Swiss Piala Dunia 2022,” atau bahwa “Sedih Lihat Cristiano Ronaldo Dicadangkan di Laga Portugal vs Swiss…” Dan takalah tajamnya satu nasihat, “Dear Ronaldo, Berhentilah Merajuk!”
Ronaldo, sejatinya, malam kemarin itu, tak sedang ‘menyatu bersama Portugal menantang Swiss.’ Ia sungguh berperang ‘melawan dirinya sendiri.’ Ronaldo lagi serba kalut dan tak karuan. Bila mesti dilukiskan: ‘Ronaldo malam itu, adalah perang sengit antara hari-hari lalu yang berjaya dan malam itu yang diredupkan dari bangku cadangan. Dan yang lebih menusuk bahwa area perang sengit itu adalah dirinya sendiri!’
Dan lebih dari itu segenap fans Portugal, takutnya lagi, segera diserang oleh ‘penyakit cepat lupa.’ Terpana oleh bintang muda yang mulai bersinar, perlahan-lahan mulai ‘melupakan Ronaldo.’ Itu bisa terbaca dari jajak pendapat publik Portugal 70 % yang inginkan CR 7 dicadangkan.
Bagaimana pun, demi negerinya, Portugal, Ronaldo sudah berikan yang terbaik. Dalam dirinya, Portugal jadi terkenal dan meluas. Tentu, selalu terkenang oleh publik Portugal gelar Juara Eropa 2016. Di Partai final, Portugal membabat tuan rumah Prancis 1 – 0. Dan gol itu tercipta saat Ronaldo sudah berada di pinggir lapangan. Ia cuma main 24 menit di final itu akibat cedera. Yang membuatnya keluar lapangan berderai air mata.







