Sinode Para Uskup dan Isu Perang, Kemiskinan dan Lingkungan

gusty iri

Tujuan Keadilan dan  Perdamaian Tercapai

Semua orang mengharapkan isu ini (perang, kemiskinan dan lingkungan)  dipercakapkan dalam proses sinode dari bawah sampai tingkat atas. Dengan isu ini dibahas dari pelbagai level tingkatan maka secara otomatis Gereja sedang berjalan bersama dunia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Vatikan merupakan sebagai sebuah negara yang berdaulat. Sebagai negara berdaulat sekaligus sebagai pusat Agama Katolik dunia ,Vatikan memainkan perannya sebagai moral power. Sebuah peran yang menuntut penegakan nilai-nilai moral yang menyangkut kemanusiaan dan perdamaian. Vatikan melalui Paus dan para pejabat Vatikan aktif menyuarakan pesan-pesan moral ke seluruh dunia. Vatikan menggunakan cara-cara simbolik, persuasif, dan diplomatik sebagai instrumen untuk menjalankan pengaruh moral powernya dalam politik internasional.

Seruan moral bisa menghantar manusia dan bangsa untuk keluar dari situasi perang, kemiskinan dan masalah lingkungan. Tujuan lebih jauh adalah tegaknya Kerajaan Allah. “Sebab Kerajaan Allah bukanlah hanya soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Rom 14:17).

Kerajaan Allah menyangkut sebuah realitas dan pengalaman yang menyangkut seluruh kehidupan manusia (fisik, psikologis, intelektual, spiritual, sosio-kultural dan politis) yang sudah mulai dialami di dunia kita sekarang ini dan akan dipenuhi pada saat kedatangan Kristus pada akhir zaman.

Realitas dan pengalaman ini menyangkut tiga unsur, yakni keadilan, perdamaian dan sukacita. Keadilan adalah relasi yang memberikan kehidupan antara diriku dengan sesama, dengan diriku sendiri, dan dengan alam semesta. Relasi ini mengalir dari relasiku dengan Allah Sumber dan Sang Pencinta kehidupan.

Pos terkait