Sinode Para Uskup dan Isu Perang, Kemiskinan dan Lingkungan

gusty iri

“Berjalan bersama” merupakan warisan yang sangat berharga dari Gereja Perdana, yang bahkan menjadi hakekat dari Gereja sendiri, menjadi cara Gereja untuk ada dan hidup (modus vivendi) serta cara Gereja berkarya (modus operandi) dalam mewujudkan misi keselamatan Allah.

Gereja sinodal adalah Gereja yang hendak mendengarkan suara semua kawasan, terlebih kawasan yang selama ini jarang didengar dan diperhatikan. Tidak mengherankan kalau tema yang diusung adalah soal persekutuan umat beriman (communio), keterlibatan semua (partisipasi) dan perutusan (misi).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Paus Frasiskus menyadari bahwa  Gereja sebagai komunitas  merupakan  bentuk hidup bersama dengan anggota-anggotanya mempunyai tujuan yang sama, bekerja sama untuk kebaikan bersama, disatukan oleh persaudaraan, ikatan batin antaranggota kuat, hubungan bersifat informal, dan masing-masing merasa diri sebagai bagian dari kelompok.

Dalam komunitas, meski anggota berjauhan tetap merasa satu. Komunitas Gereja Katolik merupakan komunitas yang pastisipatoris. Komunitas yang partisipatoris dimana semua terlibat   dan semua anggota merasa bahwa tugas mewartakan Injil adalah tugas mereka semua (Lih Kis 4:1-4; Kis 8:1-4; 11:19-21). Semua memberi perhatian satu sama lain, terlebih yang berkekurangan dan masalah dalam komunitas dipecahkan bersama-sama (Kis 15)

Berjalan Bersama Sambil Melihat Isu Dunia

Gereja sinodal adalah Gereja yang bergerak keluar, Gereja yang misioner, yang pintu-pintunya terbuka (Evangelii Gaudium 46). Semangat ini tergambar dengan sangat nyata pada sikap para Rasul yang berkata: “Kami tidak mungkin untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan kami dengar” (Kis 4:20).

Pos terkait