“Tetapi Ia Akan Membaptis Kamu dengan Roh Kudus”

baptisan2

Gereja Yang Dibaptis dalam Roh Kudus

Rasul Paulus tunjukkan secara jelas ciri komunitas kristiani (Gereja) yang ditandai oleh kehadiran Roh. Kepada jemaat Galatia diingatkannya untuk hayati hidup yang berbuah Roh. Kata Rasul Paulus, “Tetapi buah-buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri(Gal 5:22-23).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kepada orang banyak yang mendengarnya, Yohanes Pembaptis bersaksi, “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus(Mrk 1:8). Kita renungkan makna permandian dalam Roh Kudus dalam kisah-kisah keseharian yang kita alami:

Pertama,  permandian dalam Roh Kudus itu menerangi. Kehadiran Roh Kudus itu menerangi alam kegelapan. Tiada kegelapan yang dialami kini selain kepalsuan yang semakin merebak! Sekian banyak orang terjebak dalam ‘kebenaran’ dalam sudut pandangannya sendiri. Dalam situasi demikian kebencian dan kekerasan terhadap kebenaran yang sesungguhnya menjadi tak terelakan. Dalam kepenuhan Roh Kudus, siapapun tetap berada dan berpihak pada kebenaran sebagai terang dalam hidup ini.

Kedua, permandian dalam Roh Kudus itu menghangatkan. Lukisan suasana hidup yang hampa, dingin, serta tak bersahabat, bukannya tanpa kenyataan. Suasana tanpa kehangatan adalah warna dari aura tanpa kekariban. Jauh dari kekerabatan.  Manusia telah terkotak-kotak dalam rupa-rupa perbedaan lebih dan kurangnya.

Permandian dalam Roh Kudus menjadi kekuatan bagi manusia untuk saling berjumpa dan saling sapa dalam kebebasan. Dalam alam demikian manusia dituntun untuk melampaui batas-batas identitas yang sempit dan kerdil. Di situ, tersedia selalu ruang bagi sesama untuk saling berbagi kisah-kisah kehidupan. Tanpa merasa asing. Kehangatan dalam situasi terungkap pula dalam kesanggupan untuk mendengarkan suara-suara ‘lemah’ yang sering tak diperhitungkan.   

Pos terkait