Jika memang demikian, suara Pendeta Esra Soru tetap jadi tawaran bernilai intan bagi (fenomena) Kainama: “Sudahlah… Mari, dan kembalilah!” Kita gelarkan kata-kata Bang Ebiet, sekiranya benar pula. Bahwa untuk pulang, “Tak ada kata terlambat untuk bertobat. Nyatanya jiwaku tetap terpidana. Sesungguhnya aku tlah mati dalam hidup…”
Ya, itulah….
Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro – Roma







