Ustad  Kainama, Debat  dan Kegagapan Intelektual

Kons Beo5
(satu perenungan adventus: menanti Tuhan yang peduli)

Jika memang demikian, suara Pendeta Esra Soru tetap jadi tawaran bernilai intan bagi (fenomena) Kainama: “Sudahlah… Mari, dan kembalilah!” Kita gelarkan kata-kata Bang Ebiet, sekiranya benar pula. Bahwa untuk pulang, “Tak ada kata terlambat untuk bertobat. Nyatanya jiwaku tetap terpidana. Sesungguhnya aku tlah mati dalam hidup…”

Ya, itulah….

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro – Roma

Pos terkait