Gol bunuh diri yang bikin Kainama mati langkah sebenarnya adalah dalilnya yang teramat simplistik: Yesus tidak mati. Buktinya adalah bahwa tidak ada bukti… Kainama sudah berakrobat untuk untuk ‘mengulak-ulak’ Alkitab bahwa Yesus tidak mati. Lalu dengan lincahnya ia bersalto ke keyakinan imannya seperti tersurat dalam Al Quran. Tentu yang dimaksudkan Kainama adalah dari QS. An-Nisa ayat 157 itu…. “Orang yang diserupakan seperti Isa…” Itulah tanda bahwa Allah SAW, Islam memuliakan nabinya. Isa bin Mariam, tak pernah mati….Sebagai arena adu hasil telaah ilmiah, debat di Rabu, 30 Juli 2024 itu, seharusnya, itu tadi, bercitra akademik dan berwibawa keilmuan semuanya pupus sudah. Maka, harus kah itu disebut sebagai arena debat? Tetapi, mari kita menangkap serius dari kisah ‘debat’ seminggu yang telah lewat itu….
Pertama, sebenarnya melalui ‘debat’ itu, sungguh nyata bahwa Kainama tengah secara tak langsung memperkuat dan meneguhkan pengakuan penuh jujurnya bahwa ia bukan lulusan Sekolah Tinggi Theologi Menteng-Jakarta dan mantan pendeta, dan lalu studi lanjut di Leiden Universiteit (Theologi Liturgi), dan akhirnya sungguh tamatan S3 Biblical Study di Haifa, Israel.
Kedua, juga sebenarnya nyata betapa minimnya pengetahuan dan penguasaan obyek dan kajian islamiah sang Ustad mualaf ini. Suara publik selalu deras mendesak, “Para mualaf, sewajarnyalah kalian masuk dan belajarlah berenang jauh ke kedalaman samudra keislaman. Agar tak hanya tampil dengan hafalan-hafalan ayat dan ungkapan arabic ‘yang tak variatif dan itu-itu saja.” Namun yang terpenting tetap bersandar pada sebatas tampilan dan gelegar suara yang dianggap berdaya magic dan agamis…”







