Yesus Bangkit Pada Hari Ketiga, Bukan Setelah Tiga Hari

Oleh Pater Dr. Alex Jebadu, SVD

Saudara/i  sekalian terkasih di mana saja berada!

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Selamat Pesta Kebangkitan Tuhan Yesus dan  kebangkitan kita masing-masing.

Inti renungan singkat saya untuk Paskah kali ini adalah “Yesus  Bersedia Berkurban  Wafat di Salib Karena Mengasihi Kita untuk Membayar Dosa-Dosa Kita”.

Logikanya sederhana saja. Kalau Yesus tidak mengasihi kita manusia, bodoh amat dia mau menderita sedemikian ngeri. Waktu Petrus bela Yesus di Taman Zaitun dengan memotong telinga Maltus dengan pedang, Yesus melarangnya.

Yaa, kalau Yesus mau memakai kekuasaanNya, Ia bisa melawan mereka. Selain itu, para malaikat surga pasti tidak akan nonton saja.

Untuk kita orang Kristen,

Percayaa Ikut Yesus berarti kira juga rela berkorban  mengasihi sesama dengan cara apapun seperti yang ditunjukkan Yesus yaitu mengasihi kita sampai wafat di salib dan buahnya: Ia bangkit dan hidup.

Kalau kita bisa mengasihi sesama seperti Yesus maka pada saat itu kita telah menjadi Yesus-Yesus yang lain (alter Christus, Latin) dan pasti kita juga akan bangkit dan hidup selamanya seperti Yesus.

Nah selanjutnya, untuk yang berminat, berikut ini adalah satu pelajaran praktis.

Orang  kerap bertanya mengapa kebangkitan Yesus itu dirayakan pada Sabtu sore dan bukan pada hari Minggu sore?

Bukankah Yesus wafat pada hati Jumat sore jam 3.00 PM?  Seharusnya Dia bangkit hari Minggu sore jam 3.00 supaya genap tiga hari x 24 jam.

Tidak, perhitungannya tidak demikian.

Kitab suci katakan bahwa Yesus bangkit pada hari ketiga dan bukan bangkit sesudah tiga hari x 24 jam.

Pos terkait