Keras, PU Fraksi Golkar DPRD NTT Terhadap  Rancangan Perubahan APBD NTT 2022

golkar pu fpg dprd ntt
Dr. Inche Sayuna memimpin rapat paripurna DPRD NTT, Senin (19/9/2022)

Kedua,  efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran untuk beberapa kegiatan tidak terlihat, tetapi justru terkesan terjadi pemborosan dan kontradiktif dengan usaha kita  mengentas warga miskin yang jumlahnya masih  di atas 20-an persen, sehingga menempatkan kita masih pada urutan ketiga  provinsi termiskin  di Indonesia.

Ketiga,  kita  lebih tanggap mengeluarkan  dana untuk kegiatan yang bukan urusan provinsi, tetapi urusan pusat,  yang mekanisme pendanaannya juga sudah diatur dalam ketentuan perundangan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Keempat,  kita lemah dalam perikatan kerja dengan pihak ketiga, sehingga memberi peluang keuntungan lebih bagi pihak ketiga;  dibandingkan jaminan kemanfaatan yang kita dapatkan dari perikatan itu.

Kelima, redesain yang dilakukan pemerintah melalui 6 Peraturan Gubernur Perubahan dilakukan sepihak padahal regulasi yang mengatur tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sudah mengatur secara jelas mana pergeseran yang membutuhkan persetujuan DPRD dan mana yang tidak memerlukan persetujuan DPRD.  Fraksi Partai Golkar mengharapkan agar  komunikasi kemitraan antara Kepala Daerah dan DPRD melalui pimpinan DPRD  dibenahi  agar terjadi sinergitas yang kuat bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Selain lima catatan kritis di atas, Fraksi Golkar juga mempertanyakan beberapa hal. Di antaranya, pertama, pengeluaran mendahului perubahan APBD dalam rangka  kunjungan Presiden RDTL ke Labuan Bajo dan transit di Kupang  (tanggal  22 – 25 Juli. Berdasarkan permintaan Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI agar  difasilitasi sesuai ketentuan perundangan,  dan telah menelan biaya sebesar Rp 3,2 miliar.

Pos terkait