
Materi-materi kuliah ditambah keterampilan tangan, niscaya menempah dan menajamkan karakter dan watak seorang frater. Itu sebabnya tidak sulit melihat seorang frater cocok bekerja di bidang mana setelah ditahbiskan jadi imam.
Dengan kriteria seperti ini dari 56 frater yang bergabung di Nenuk tahun 1987 tinggal 20 orang ditahbiskan menjadi imam tahun 1995 dan 1996. Salah satu imam yang ditahbiskan itu adalah Pater Amans Laka, SVD.
Imam kelahiran Tanah Putih, Kefamenanu, 14 Mei 1967 ini ditahbiskan menjadi imam 20 September 1995. Dia layak dan pantas menjadi imam Tuhan. Layak secara rohani, layak secara akademis, juga layak secara fisik. Ketika namanya jadi tenar dan kemudian diabadikan menjadi nama jalan di Argentina itu bukti sah betapa Pater Amans Laka benar-benar menjalani hidup dan menghayati panggilannya sebagai pastor bonus, gembala yang baik.
Ketika sama-sama dari Nenuk sampai Ledalero, seingat saya Pater Amans Laka tipe orang yang hemat omong banyak kerja. Dia pendiam. Tidak suka campur urusan orang lain. Lebih asyik dengan kerja tangan seperti menanam, merawat bunga dan kerja-kerja tangan lainnya. Pater Amans juga pemain bola kaki, meski tidak tembus masuk jadi pemain inti seminari.
Keterampilan dan suka kerja tangan ini menjadi modal sosial yang sangat berarti bagi Pater Amans ketika dikirim dan bekerja sebagai misionaris di Argentina, negerinya megabintang sepak bola Diego Maradona dan Lionel Messi itu.







