Jalan Amans Laka di Puerto Esperanza, Argentina, Ini Orangnya

amans laka11
amans laka13
Pater Amans Laka berdiri di bawah plang nama Jalan Amans Laka

Yang paling berkesan bertugas di Argentina?

Selama saya di Argentina mula-mula saya terkesan dengan situasi keseluruhan. Pemandangan dan keunikan alam yang memiliki empat musim dan sangat beda dengan tanah kepulauan kita di Indonesia. Yang paling berkesan adalal iman umat yang sudah lama berakar, kekatolikan Eropa yang mendarah daging di Amerika Latin dengan kekhasan dunia baru, new world yang ditemukan Colombus. Argentina memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan negara-negara Amerika Latin lainnya. Mengapa? Banyak imigran Eropa saya temukan di empat paroki yang pernah saya layani. Di paroki pertama saya mendapat tempat di hati umat keturunan Jerman, Brasil dan Paraguay. Di paroki kedua umatnya lebih dominan Jerman, Ukraina, Rusia, Italia dan Spañyol. Umumnya petani dan peternak. Kebun mereka sangat luas, di atas 50 hektar tiap keluarga. Di paroki terakhir, saya melayani umat keturunan Jerman, Brasil dan Paraguay. Lebih mengesankan saya adalah di paroki saya yang terakhir ini. Biasanya di buat “Pesta Imigran” selama satu bulan, yakni di bulan September. Semua negara di dunia datang pertunjukkan budayanya, pakaiannya, makanannya, musik dan lain-lain. Tepatnya di Kota Obera,  15 Km dari parokiku. Saya merasa “kecil” di sebuah kultur iman yang begitu kental, sangat kaya dan tua. Segala sesuatu terasa sudah menjadi sejarah berabad-abad. Gereja-gereja yang tua dan struktur hirarki yang mapan. Tapi iman umat selalu terbuka pada kehadiran misionaris, dan dengan demikian saya dapat menemukan tempat saya di hati mereka.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bagaimana pendekatan pastoral untuk umat Argentina?

Saya berpedoman pada metode katekese dan pelayanan pastoral yang sudah berlangsung. Saya lihat, analisa dan buat. Tapi pertama saya menyesuaikan diri. Dalam beberapa hal saya melakukan penyesuaian dengan situasi umat, seperti melakukan pendekatan pribadi. Saya lebih banyak mendengar, membangun relasi dengan komunitas-komunitas religius atau tokoh-tokoh umat, keluarga-keluarga untuk berdialog tentang hal-hal yang sederhana. Lalu dari situ saya bisa memikirkan langkah-langkah bersama umat untuk menangani apa saja yag perlu dilakukan. Misalnya di paroki di Puerto Esperanza kami bisa dirikan Delsos, sekolah EFA di Puerto Esperanza, juga di Caraguatay EFA Santu Josef Freinademetz, SVD  dan dua sekolah Republik Indonesia. Lalu di Paroki Panambi, kami dirikan Delsos. Bapak Uskup jadikan sebagai pusat delsos Keuskupan Oberà. Langkah sederhana yang saya gunakan adalah memakai semua sarana radio, TV, majalah provinsi dan mengumpulkan semua wartawan agar mereka bisa menyampaikan niat dan kerja kami di paroki.

Pos terkait