Jalan Amans Laka di Puerto Esperanza, Argentina, Ini Orangnya

amans laka11
amans laka5
Bergembira dengan para pelajar di EFA Santu Arnoldus

Pater juga suka kerja tangan, kerja kebun dan urus ternak. Mengapa?

Itu sebuah bawaan dari keluarga kami di kampung asal saya. Kami pekerja dan pecinta alam. Di seminari juga kebiasaan ini diteruskan dan diberi tempat oleh serikat. Sebetulnya bekerja tangan itu memberikan kesegaran batin. Bersentuhan dengan tanah itu memberikan rasa berakar pada kehidupan. Kata Kitab Amsal: El que cultiva su tierra se saciarà de pan. Artinya siapa yang mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan (Amsal 12:11a) Apalagi saya sebagai misionaris perlu menyatu dengan tanah misi. Saya gunakan sebuah kalimat sederhana “acariciamos la tierra con un corazòn misionero”, elus-eluslah tanah dengan hati seorang misionaris. Tuhan Yesus juga tukang kayu dan para rasul sebagian nelayan. Ada nuansa rohani dalam bekerja tangan, menjadi lekat dengan hidup, merasakan kehidupan dengan penuh keberadaan. Kita tidak akan merasa asing dengan ciptaan, seperti membiarkan Tuhan menyentuh kita sekali lagi di Taman Firdaus.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Nama Jalan Amans Laka itu di mana persisnya?

Persisnya di jalan masuk ke Kota Kabupaten Puerto Esperanza. Ada tiga jalan masuk ke Puerto Esperanza. Kalau dari Buenos Aires langsung masuk ke Jalan Amans Laka dan jalannya digunakan oleh 3 perusahaan kayu yang pemiliknya orang Swis, Prancis dan Jerman. EFA Santu Arnoldus juga menggunakan Jalan Amans Laka. Jalan Amans Laka bersambungan dengan jalan Nasional Argentina yang disebut Ruta 12. Ruta 12 ini langsung menuju  ke Brasil dan Paraguay yang jaraknya 30 Km dari Jalan Amans Laka. Arah berlawanan ke Buenos Aires dan menuju ke Chile, Bolivia, dan lain-lain.

Apa alasan beri Jalan Amans Laka?

Saya tidak berurusan dengan alasan tersebut. Itu semua berada di dalam hati mereka. Saya hanya melihat bahwa betapa besar penghargaan mereka pada apa yang kami lakukan bersama. Bagi saya, yang sudah tertulis biarlah tertulis. Dari penghargaan itu saya melihat pada Tuhan dengan rasa syukur atas cintaNya pada umat saya di Argentina. Juga kepada Bapak Fundator, Arnoldus Janssen. Dua sekolah EFA dan dua sekolah Republik Indonesia adalah karya Tuhan dalam perutusan yang sudah diwariskan oleh Bapak Fundator Arnoldus Janssen. Semoga Bapak Fundator memberkati Argentina karena penghargaan itu terjadi pada Minggu 28 Desember 2007 seusai misa.

Hubungan Pater dengan orang-orang di Kedubes Indonesia seperti apa?

Hubungan itu manusiawi. Kami sama-sama setanah air. Dan mereka sangat memperhatikan warga Indonesia di sana. Itu tugas mereka. Karena itu penting sekali berkomunikasi, tidak hanya formal tapi juga hubungan baik yang manusiawi. Seingat saya, ketika Dubes masih dijabat Ibu Dr. Kartini (saudari kandung dari Bapak Menteri Maritim Luhut Pandjaitan), dia senang makan singkong dari hasil kerja tangan saya. Saya kirim ke Buenos Aires. Hal yang sederhana tetapi menyatukan kita. Menyapa dan bertukar pikiran. Mereka melayani kita dengan berbagai kebutuhan diplomatik. Saat itu, Ibu Dr. Kartini mengirim dana untuk beli kasur tidur yang tebal buat murid-murid sekolah EFA Santu Arnoldus. Bukan hanya itu, Ibu Kartini memberi saya 500 ransel kain batik yang mahal untuk murid-murid sekolah EFA Santu Arnoldus, EFA Santu Josef Freinademetz, juga kedua sekolah Republik Indonesia. Ransel kain batik saat itu dipamerkan oleh Indonesia yang ditampilkan oleh bintang film kita Ibu Reggy Lawalata dan anaknya Oscar Lawalata. Puji Tuhan, keduanya saya bawa pesiar ke Brasil dan Paraguay. Yang paling mengesankan saya dari kedutaan adalah Ibu Dubes Kartini saat itu mengundang salah seorang anak parokiku di Puerto Esperanza, namanya Carolina Palusito, untuk pertukaran mahasiswi di UGM Yogyakarta. Jadi baiklah kita menghargai dan memberi apresiasi kerja mereka dengan kehadiran mereka. Di Argentina setiap empat tahun, kami membuat pertemuan seluruh misionaris SVD, SSpS di provinsi yang berbeda dan setiap pertemuan kami selalu mengundang Ibu Duta atau Bapak Duta bersama staf diplomatik untuk hadir. Dan saat itu kami mendapat informasi dari negara kita. Bahkan paspor kita pun bisa diurus begitu mudah.

Pos terkait