Jalan Amans Laka di Puerto Esperanza, Argentina, Ini Orangnya

amans laka11
amans laka8
Mendapat kunjungan dari Superior Jenderal SVD, Pater Paul Budi Kleden, SVD (kiri)

Di Argentina, Pater Amans menjalin relasi sangat baik dengan umat, tokoh umat  tempat dia bertugas. Pater Amans total menyatu dengan umat. Dia melayani kebutuhan rohani umat, tetapi juga semangat untuk menangani pekerjaan-pekerjaan tangan. Dia membuka jalan, terlibat dengan umat membangun dan membuka sekolah.

Ketika bertugas sebagai Pastor Paroki San Nicolàs de Flùe, Puerto Esperanza, Pater Amans memfasilitasi membuka sekolah yang diberi nama “Sekolah Republik Indonesia”.   Beberapa waktu lalu Duta Besar Indonesia untuk Argentina, Niniek Kun Naryatie, mengunjungi sekolah ini.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sekolah ini diberi nama “Sekolah Republik Indonesia”  sebagai penghargaan dan apresiasi kepada Pater Amans  Laka. Setelah kurang lebih 20 tahun di Argentina, akhir tahun 2019 Pater Aman Laka pindah ke Cuba, negerinya Fidel Castro itu.

Hari Sabtu (6/11/2021), Pater Amans menjawab beberapa pertanyaan kecil berikut ini terutama terkait pengalamannya di Argentina.

Tugas pertama sebagai misionaris di Argentina di paroki apa?

Syukur, saya dapat tempat di hati umat Argentina dan bisa kerja di empat paroki. Pertama, Paroki San Josè Obrero-Bernardo de Yrigoyen. Ini  berbatasan langsung dengan Brasil. Kedua, Paroki San Andrès Apostol-Andresito juga berbatasan dengan Brasil, tepat di air terjun terbesar di dunia namanya “Cataras Yguazu”. Ketiga, Paroki San Nicolàs de Flùe-Puerto Esperanza. Di sini paling lama, 13 tahun. Lama karena Bapak Uskup Mgr Joaquìn Piña, SJ, tidak mau saya pindah ke mana-mana. Dan Bapak Uskup Mgr Piña minta langsung pada Pater Leo Kleden, SVD (anggota Dewan General SVD yang berkedudukan di Roma, Italia) saat visitasi general. Paroki ini berbatasan dengan Paraguay. Paroki terakhir Ascenciòn del Señor-Panambi, juga berbatasan dengan Brasil.

Berapa lama Pater bertugas di Argentina?

20 tahun di Argentina.

Sejak kapan ke Cuba?

Terbang dari Jakarta ke Cuba 29 Desember 2019 dan tiba Bandara San Martin Cuba, La Havana 31 Desember 2019. Besoknya tahun baru, saya pimpin dua misa di La Havana. Di Cuba saya  ditempatkan di Paroki San Gregorio di Mayari, dekat tempat kelahiran Fidel dan Raul Castro.

Pos terkait