Oleh Tony Kleden

Yellow Clinic Partai Golkar di NTT menggelar vaksinasi massal di seluruh NTT awal bulan ini. Bermula dari seluruh kabupaten di daratan Timor, Rabu (1/9/2021), vaksinasi dilanjutkan pada hari Kamis (2/9/2021) untuk kabupaten sedaratan Sumba dan kabupaten kepulauan. Vaksinasi kemudian berakhir di seluruh kabupaten di daratan Flores pada hari Jumat (3/9/2021).
Beberapa kabupaten mesti menggelar vaksinasi dua hari menjawab antusiasme masyarakat. Kuota yang diberi 1.000 dosis di setiap kabupaten ternyata tidak cukup. Di hampir semua kabupaten terjadi lonjakan warga yang mau divaksin, meski tidak terdaftar sebelumnya.
Hingga hari terakhir vaksinasi, tercatat 30.012 dosis diberikan kepada warga NTT di semua kabupaten. Ini belum terhitung dengan beberapa kabupaten yang memperpanjang lagi gelaran vaksinasi melayani antusiasme warga.
Dua kabupaten membukukan jumlah terbanyak, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sebanyak 4.144 orang dan Flores Timur (Flotim) sebanyak 3.218 orang (https://kabarntt.id/berita/2021/tembus-30-000-golkar-ntt-pecahkan-rekor-vaksinasi).

Dilihat dari banyaknya masyarakat yang tervaksin, mestilah diakui capaian Yellow Clinic Golkar ini membukukan rekor. Rekor penerima vaksin terbanyak. Capaian ini, menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, Emanuel Melkiades Laka Lena, merupakan rekor vaksinasi dengan jumlah terbanyak di seluruh Indonesia.
“Saya tahu, vaksinasi yang dibuat Yellow Clinic Partai Golkar adalah rekor di Indonesia. Belum ada satu pun lembaga atau juga partai di Indonesia yang membuat vaksinasi dengan rekor seperti yang dilakukan Partai Golkar di NTT,” kata Melki Laka Lena yang juga Ketua DPD I Golkar NTT dalam rapat evaluasi pasca vaksinasi.
Meski begitu bukan rekor itu yang hendak dikejar Golkar. Sama sekali tidak. Dan karena itu, vaksinasi massal itu pun jauh dari intensi politik. Tidak ada kepentingan politik. Tidak ada udang di balik batu, sebagaimana dicurigai dan dinilai segelintir orang.
Sebaliknya dengan vaksinasi massal itu, Golkar ingin mengejawantahkan tanggung jawab sosial dan humanismenya sebagai sebuah partai politik modern yang peka dan sensitif terhadap kondisi faktual masyarakat.
Galibnya, vaksinasi itu adalah urusan, atau juga bisa disebut tugas pemerintah. Tetapi dalam urusan dan atau masalah sebesar pandemi Covid-19 ini, pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Semua pihak, semua elemen masyarakat mesti aktif terlibat. Mengejar herd immunity (imunitas kelompok) 70 persen butuh kerja bersama lintas sektor.







