Pemimpin Yang Membuka Harapan Bagi NTT

gusti tetiro2

Oleh: Agustinus Tetiro

Saya berkesempatan menemani Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dan para bupati se-NTT melakukan serangkaian acara diskusi dan promosi (roadshow) di berbagai kementerian dan lembaga pada Senin 17 Maret hingga Sabtu 22 Maret 2025. Kami berhasil mengunjungi 21 kementerian, 3 badan/lembaga dan 1 pemerintah provinsi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kesan utama saya untuk menggambarkan rangkaian kegiatan ini adalah: Gubernur Melki merupakan pemimpin yang membuka harapan bagi NTT, yang dengan sengaja saya pilih sebagai judul tulisan ini. Mengapa demikian?

Ditilik dari kacamata orang Jakarta, NTT tidak menarik dan bukan pilihan yang prospektif bagi bisnis dan investasi. Pendapatan asli daerah (PAD) yang amat rendah dan ketergantungan pada pemerintah pusat dan transfer daerah membuktikan hal itu. NTT adalah provinsi yang angka tengkes (stunting) tinggi. NTT penuh dengan kemiskinan ekstrem. NTT tidak memiliki banyak potensi bisnis. Tidak ada pengusaha NTT yang bisa memperlihatkan kalau orang-orang NTT bisa berbicara sejajar dengan businessmen di Jakarta. Bahkan, singkatan NTT malah diplesetkan menjadi Nanti Tuhan Tolong dan Nasib Tidak Tentu. Duh!

Jika dilihat dari data-data yang ada, tidak ada dasar bagi kita untuk mengantongi optimisme bagi NTT. Orang-orang yang biasa bekerja dengan akuntansi, ekonometrika, kalkulasi untung-rugi, statistik dan hal-hal sejenis mungkin akan dengan sangat pesimistik melihat NTT. Kita semua tahu, optimisme dan pesimisme datang dari persoalan hitung-hitungan. Jika tidak ada investasi di daerah, jangan berbicara optimisme untuk meraih PAD besar. Jika angka stunting masih tinggi, kita beralasan menjadi pesimis tentang adanya generasi yang cerdas gilang-gemilang. Itulah contoh soal pesimisme dan optimisme.

Pos terkait