LABUAN BAJO KABARNTR.CO–Puluhan relawan medis penanganan Covid-19 di Labuan Bajo, Manggarai Barat mogok kerja. Aksi mogok tersebut dikarenakan selama empat bulan terakhir insentif mereka tak kunjung diterima.
Salah seorang relawan tenaga medis, yang namanya enggan disebut, Jumat (2/10/2020), mengungkapkan, risiko yang mereka hadapi ketika menangani pasien Covid-19 tak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka terima.
“Semenjak Mei hingga September insentif yang dijanjikan pemerintah tak kunjung tiba. Kami sangat kecewa. Padahal itu hak kami, tapi kok kami diterlantarkan?” kesalnya diamini rekan lainnya.
Buntutnya, Jumat kemarin mereka melakukan aksi mogok kerja. Aksi mogok tersebut berupa pemberhentian aktivitas pelayanan di berbagai titik, antara lain pelayanan medis di rumah karantina, pemeriksaan kesehatan atau menerapkan protokol Covid-19 terhadap ratusan penumpang kapal dan di bandara.
Ia bersama rekan lainnya mengaku, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari harus mengutang. Bahkan mereka juga mengutan uang transportasi menuju lokasi tempat mereka ditugaskan.
“Dana operasional sehari-hari kami harus ngutang. Apalagi bagi kami yang dari luar Labuan Bajo. Setiap bulan harus mengeluarkan biaya kos dan uang transport menuju lokasi tugas,” ujar rekan lainnya.
Selama ini ia mengaku sudah berusaha mencari informasi ke dinas terkait. Namun mendapat jawaban yang cukup mencengangkan bagi mereka.
Informasi yang didapat, insentif mengikuti regulasi baru, sesuai Surat Keputusan (SK) perubahan bupati di masa new normal.






