Tidak Becus Rehab Sekolah, Vinsen Bureni Minta PT Debitindo Jaya Berhenti Kerja Proyek

vinsen bureni1
Vinsen Bureni

KABARNTT.ID—Koordinator Umum Bengkel APPeK (Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung), Vinsen Bureni,S.Sos geram menyaksikan rehabilitasi dan renovasi  17 sekolah di Kabupaten Kupang dikerjakan asal jadi.  Dia menyebut kontraktor pelaksana, PT. Debitindo Jaya, sangat tidak bertanggung jawab dan harus diperiksa alat penegak hukum (APH) dan diberi tindakan tegas.

Di hadapan para wartawan  di Kantor Bengkel APPeK, Baumata, Kupang, Selasa (29/4/2025),  Vinsen terlihat sangat geram dan marah. Beberapa kali dia menyebut PT Debitindo Jaya sebagai sampah yang tidak boleh lagi mengerjakan proyek di NTT.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Salah seorang staf Bengkel APPeK, Primus Nahak, membeberkan hasil investigasi mereka atas proyek rehabilitasi dan renovasi 17 unit sekolah, terdiri dari 16 SD dan 1 SMP di Kabupaten Kupang tahun anggaran 2022. Investigasi itu dilakukan 26 Februari – 18 Maret 2025.

Dari pemantauan, ungkap Primus, terdapat berbagai kerusakan parah di sekolah-sekolah penerima manfaat. Dari foto-foto yang diperlihatkan,  item-item proyek yang dikerjakan rusak di mana-mana. Plafon tidak beres, bahkan rubuh, lantai rusak dan  yang tidak selesai dikerjakan, dinding tembok yang retak adalah pemandangan umum yang terlihat.

“Bahkan ada kejadian plafon rubuh dan menimpah siswa,” kata Primus.

Proyek rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah Provinsi NTT 1 ini menelan dana Rp 30.865.352.000 dengan masa kontrak 210 hari kalender. Proyek ini dikerjakan berdasarkan kontrak tertanggal 29 Agustus 2022 dan  seharusnya selesai dalam 210 hari. Namun, hingga Maret 2025, banyak bangunan belum rampung dan menunjukkan mutu pengerjaan yang sangat rendah.

Pos terkait