Di Hadapan Staf Satker PPS, Vinsen Bureni Minta Tindak Lanjut Proyek Rehabilitasi Sekolah Yang Mangkrak

BENGKEL APPEK2

KABARNTT.ID—Menyusul temuan proyek rehabilitasi sejumlah sekolah di Kabupaten Kupang yang mangkrak, Koordinator Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung (APPeK), Vinsen Bureni, meminta Satuan Kerja (Satker)  Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) NTT meresponnya dengan menindaklanjuti temuan Bengkel APPeK.

“Kami tidak minta koordinasi, yang kami minta adalah tindak lanjut dari apa yang kami temukan di lapangan,” kata Vinsen Bureni di hadapan dua staf Satker PPS NTT,  Hirmawan dan Abdulah Sulaiman,  Senin (30/6/2025), di Kantor Bengkel APPeK.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Hirmawan dan Abdulah menemui Vinsen Bureni atas permintaan Kepala Satker PPS NTT. “Karena Kepala Satker PPS NTT sedang ada kegiatan, maka kami berdua datang berdiskusi dengan Pak Vinsen, apa yang bisa kita lakukan,” kata Abdulah dalam pertemuan itu.

Vinsen kemudian meminta stafnya, Primus Nahak, membeberkan temuan hasil investigasi Bengkel APPeK pada  belasan sekolah penerima manfaat dari proyek rehabilitasi bernilai Rp 30-an miliar yang dikerjakan PT Debitindo Jaya dengan masa kontrak 210 hari kalender itu.

Primus kemudian memberberkan temuan lapangan Bengkel APPeK kepada dua staf Satker PPS NTT.

Temuan ini juga pernah diungkap Bengkel APPeK kepada media bulan lalu. Sebagaimana pernah diberitakan, Bengkel APPeK terjun ke lapangan melakukan pemantauan dan investigasi pada kurun waktu 26 Februari – 18 Maret 2025 atas sekolah-sekolah penerima manfaat dari proyek ini.

Dari pemantauan itu terungkap terdapat berbagai kerusakan parah di sekolah-sekolah penerima manfaat. Dari foto-foto yang diperlihatkan, item-item proyek yang dikerjakan rusak di mana-mana. Plafon tidak beres, bahkan rubuh, lantai rusak dan yang tidak selesai dikerjakan, dinding tembok yang retak adalah pemandangan umum yang terlihat.

Pos terkait