Oehalo Mendapat Giliran, Negara Akhirnya Menyapa

IMG 20250909 074429
Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, Ditandu Warga Desa Oehalo/

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Pagi itu, Kota Kefamenanu menyambut hari dengan wajah yang berbeda. Langit menggantung mendung, seolah enggan membuka tirainya terlalu cepat. Udara terasa lebih senyap, seperti sedang menahan napas menunggu sesuatu yang tak biasa. Meski kalender mencatat hari itu masih di musim kemarau, alam tampak seolah tahu bahwa hari ini, sebuah kisah baru akan lahir.

Kisah itu tak terjadi di pusat kota, bukan pula di tempat-tempat yang biasa dipenuhi sorotan. Ia tumbuh pelan-pelan, jauh di utara, di sebuah desa yang namanya mungkin tak akrab bagi banyak orang, Desa Oehalo, di Fatubai, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Selama lebih dari dua dekade, desa ini berdiri dalam sunyi. Ia ada, namun sering luput dari pandangan. Tak banyak pejabat yang tahu rupa desanya. Tak banyak peta yang mencantumkan namanya dengan jelas. Tapi pagi itu, deru kendaraan yang meninggalkan pusat kota membawa harapan yang selama ini hanya tumbuh dalam bisik-bisik warga.

Dan akhirnya, setelah penantian panjang, untuk pertama kalinya seorang Bupati menjejakkan kaki langsung di tanah Oehalo.

Jalan yang Sunyi, Desa yang Menanti

Rombongan kendaraan bergerak perlahan, meninggalkan jalanan aspal dan memasuki medan berbatu yang sempit dan menanjak. Mobil dinas dengan tulisan Effort di sisinya menempuh jalur yang selama ini jarang, atau bahkan mungkin belum pernah, dilalui kendaraan berpelat merah.

Di dalam mobil itu, Bupati Timor Tengah Utara, Falentinus Delasalle Kebo, duduk memperhatikan tiap lekuk jalan yang dilaluinya. Setiap lubang, tikungan tajam, dan jalan menanjak bukan hanya medan fisik, tetapi juga gambaran nyata dari perjuangan warga yang selama ini berjalan kaki atau berkendara motor dengan penuh risiko hanya untuk keluar-masuk desa mereka.

Pos terkait