“Kami telah membentuk Satgas Penanganan Sampah yang akan melibatkan berbagai unsur, termasuk OPD dan masyarakat. Kami juga sudah mulai mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa kecamatan,” ungkapnya.
Salah satu program penting yang sedang dijalankan adalah pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dengan menyediakan kontainer sampah di setiap RT. Sampah yang terkumpul kemudian akan diproses lebih lanjut, seperti pengolahan sampah organik menjadi pupuk atau maggot, serta sampah plastik yang akan didaur ulang menjadi biji plastik.
Christian juga menegaskan bahwa 85% sampah dapat dikelola di tingkat kecamatan, sementara sisa 15% yang tidak dapat diproses akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai langkah terakhir.
“Program ini bukan hanya sekadar rencana, tetapi sudah dimulai. Kami akan mengajak masyarakat untuk bergotong-royong dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan kota,” tandasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penanaman pohon bersama serta ramah tamah, yang semakin mempererat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholder dalam mewujudkan Kota Kupang yang lebih hijau dan bersih. (prokompim kota kupang/enjel lasbaun/dedy irawan)







