Meroketnya Ganjar diprakarsai oleh organ-organ relawan Ganjar di Jawa Tengah, DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Selain organ-organ relawan Ganjar itu, ia juga mendapat dukungan besar dari ratusan bahkan ribuan organ relawan Jokowi di seluruh Indonesia. Organ-organ itu terus bekerja masif mendukung Ganjar untuk maju menjadi calon presiden.
Langkah Ganjar menjadi calon presiden di mata PDIP seperti bertepuk sebelah tangan. Sejak awal nama Ganjar meledak di Jawa Tengah, sampai saat ini terus mengalami tekanan dari para petinggi PDIP. Ia terus dihalangi, ditekan dan dilarang bergerak mendahului keputusan Ketum Megawati.
Kondisi tersebut terus dialami Ganjar hingga saat ini. Meski ia adalah kader tulen PDIP yang berprestasi bagi partai dan bangsa, kemunculan namanya sebagai capres dianggap momok besar yang menakutkan bagi partai besutan Megawati yang secara resmi dan legal mendukung putri kesayangan Megawati, Puan Maharani, yang dibuktikan dengan pemasangan Baliho Puan di seluruh Indonesia. Meski tidak ditulis Puan Calon Presiden tapi baliho itu memberi pesan Puanlah yang dijagokan Megawati.
Meskipun bergerak sendiri seperti anak tiri, Ganjar bersama seluruh jaringan relawannya tidak menyerah dan mundur. Bahkan kondisi tekanan politik itu menjadi cambuk atau cemeti politik yang terus memacu adrenalin Ganjar bergerak maju dan semakin mendapat simpati besar dari seluruh rakyat dan parpol-parpol lain.
Figur Ganjar yang makin dicintai rakyat membuat banyak partai baik partai besar maupun partai kecil tertarik melirik Ganjar. Sebut saja Partai Golkar menjadi partai besar pertama yang menyebut nama Ganjar karena melihat ketokohan prestasi dan pooularitas Ganjar.







