Kebersamaan antara Ganjar dalam relasi politik yang kental sebagai Presiden dan Gubernur dan sebagai presiden dan menterinya terbaca ada sinyal positif angin segar bagi Ganjar dan Airlangga. Bila sinyal ini makin terang benderang dalam beberapa waktu ke depan maka publik Jokower yang masih loyal semua akan mengikuti isyarat langkah Jokowi yang menginginkan ada regenerasi pemimpin bangsa untuk melanjutkan pembangunan bangsa yang ia lakukan saat ini. Salah satunya pembangunan Ibu Kota Negara Nusantata (IKN).
Sudah pasti Jokowi tidak mau memberikan dukungan kepada orang yang tidak semisi dan sevisi dengannya, terutama dalam melanjutkan pembangunan IKN. Ia tidak mau semua program pembangunan yang sedang berjalan atau belum tuntas menjadi berantakan, mangkrak dan mengakibatkan kerugian negara (korupsi).
Tangan dingin Ganjar yang telah terbukti sukses membangun Jawa Tengah dan tangan dingin Airlangga yang terbukti sukses menjadi menteri dua periode yang menangani perdagangan dan perindustrian Indonesia menjadi partner yang sangat tepat untuk menakhodai perahu Indonesia menuju samudera kesejahteraan bangsa.
Untuk itu, PDIP dan Golkar sudah sepatutnya bersatu mengusung Ganjar dan Airlangga untuk menjadi Capres dan Cawapres 2024. ( *)
Wakil Ketua Umum KPP Poros Indonesia Maju dan Berdaulat (PIMB)







