APEKAM Jamin Kesejahteraan Petani Kopi dan Jahe Manggarai

Manggarai kopi

Dijumpai pada kesempatan yang sama, Romo Tarsisius Syukur yang akrab disapa Romo Tarsi mengutarakan bahwa pihak Gereja terlibat penuh dalam menggerakkan roda asosiasi APEKAM. Hal itu dikarenakan asosiasi tersebut sejalan dengan program Pastoral Keuskupan Ruteng dalam bidang sosial ekonomi.

“Bagaimana kami mendukung dan mendorong para petani dan memberdayakan mereka dengan memanfaatkan lahan sesuai kondisi geografisnya. Lebih luar biasanya, respon masyarakat begitu antusias hadirnya APEKAM ini,” ungkap Romo Tarsi yang juga sebagai Pastor Paroki Ketang, Kabupaten Manggarai.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurutnya, APEKAM hadir sejalan dengan visi dan misi Gereja yakni terwujudnya petani yang adil, mandiri dan bermartabat. Asosiasi tersebut juga lahir dari sebuah keprihatinan dan panggilan kemanusiaan. Oleh karena itu pihak Gereja juga ingin mengangkat harkat dan martabat para petani kopi dan jahe di Manggarai.

“Kami ingin membela hak-hak para petani kopi dan jahe. Pada kenyataannya, selama ini praktek rentenir sangat lumrah membayangi kehidupan para petani kopi dan jahe di Manggarai secara umum sehingga kami berjuang menciptakan keadilan bagi masyarakat,” ujar Romo Tarsi.

Kepada pihak Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dirinya menyampaikan terima kasih karena telah memfasilitasi asosiasi APEKAM melakukan studi banding di beberapa kota di Indonesia untuk mendorong peningkatan kualitas SDM anggota asosiasi tersebut.

Manggarai gubernur ntt
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan) menikmati kopi bersama Dirut BOPLBF, Shana Fatina (tengah)

Pos terkait