
Kalau politik bisa juga dibaca sebagai ruang internalisasi nasionalisme, maka Golkar ingin para kadernya menjadikan nasionalisme tidak sekadar doktrin tanpa makna, tetapi sebagai perilaku politik yang inheren dan melekat dalam diri dan nubari.
Berbangga dan berbahagialah mereka yang bergabung di Partai Golkar. Berbangga dan berbahagialah siapa saja yang menjadikan Partai Golkar tempat berteduh di jagat politik yang bergemuruh dengan saling sikat dan sikut di antara para petualang politik. Berbangga juga mereka yang sudah mengenyam dikpol ala Golkar.
Benar kata Dr. Inche Sayuna kepada para peserta ketika menutup dikpol itu. “Dalam proses jenjang pengkaderan Partai Golkar itu, kalian berada di sebuah fase pengkaderan tertinggi, karena dipersiapkan untuk jadi pemimpin. Tidak ada sekolah untuk menjadi pemimpin. Mau S2, S3, dari dalam negeri atau dari luar negeri, kalau tidak pernah mengikuti kegiatan ini kalian tidak bisa menjadi pemimpin yang baik. Jadi hari ini Golkar punya 60 kekuatan orang muda yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan. Tetap menjadi pribadi yang baik dan berkompeten,” kata Inche, Sekretaris Golkar NTT dan juga Wakil Ketua DPRD NTT. (tony kleden/tmpg)







