Maksudnya karena Petrus lari dari penganiayaan oleh orang Romawi, maka Yesus rela disalibkan lagi. Sesudah itu Yesus menghilang dari pandangan Petrus.
Petrus menjadi sangat bingung dan takut akan Yesus. Maka dia batal untuk melarikan diri dan memutuskan untuk pulang lagi ke Roma dan mulai berani menantang penguasa-penguasa orang Roma.
Singkat cerita, St. Petrus ditangkap dan disalibkan di pekuburan umum orang Romawi yang terletak di Bukit Vatikan.
Jadi Vatikan yang sekarang itu dulu letaknya di luar Kota Roma dan merupakan pekuburan orang Roma waktu itu. Petrus dibawa ke kuburan itu lalu disalibkan di situ.
Sewaktu disalibkan, Petrus merasa tidak layak untuk disalibkan atas cara yang sama seperti Yesus. Maka Petrus minta disalibkan oleh orang Romawi dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.
Pada abad ke 15-16, Paus memutuskan supaya Istana dan Gereja Roma harus didirikan langsung di atas kubur St. Petrus di Bukit Vatikan.

Maka pekuburan Romawi tua dibongkar dan persis di atas kubur St. Petrus didirikan Basika St. Petrus di Vatikan hingga sekarang ini.
Kembali cerita pokok. Penganiayaan terhadap umat Kristen pertama ini berlangsung berapa lama?
Wah lama sekali: 300 tahun lebih (Catatan: Tahun 2045 nanti, Indonesia baru berumur 100 tahun).
Mengapa orang Kristen dianiaya? Alasannya macam-macam, termasuk karena orang Kristen menolak menyembah Kaiser Roma yang oleh orang Romawi kuno dipercayai merupakan penjelmaan salah satu dewa mereka menjadi manusia untuk memimpin manusia di dunia.







