Penganiayaan ini berakhir karena tanda mujizat penampakan Salib Yesus kepada Kaiser Konstantinus pada tahun 312.
Pada waktu itu, Kaiser Konstantinus sedang berada di medan perang melawan musuhnya.

Dalam doanya pada suatu malam, Kaiser Konstantinus melihat ada penampakan salib di langit di antara bintang-bintang. Dan dalam mimpi malam itu ia melihat Yesus membawa salib kepadanya dengan tulisan pada Salib itu: “In Hoc Signo, Vinces” yang artinya kalau kau maju berperang “dengan membawa tanda salib, engkau (Kaiser Konstantinus) akan menang”.
Waktu itu Konstantinus belum masuk Kristen, dia masih anti Krsiten dan mengejar orang Kristen. Ia tahu, salib itu adalah simbol Kristen sebagai tempat Yesus disalibkan.
Maka keesokan harinya, Kaiser Konstantinus menyampaikan penglihatan itu kepada para serdadunya. Tanpa berpikir panjang, para serdadu membuat tanda salib pada semua alat perang mereka seperti perisai dan pedang.
Apa yang terjadi? Mereka memenangkan peperangan dengan mudah. Maka mulai saat itulah Kaiser Konstantinus percaya kepada Yesus.
Walau hingga saat wafatnya Kaiser Konstantinus tetap tidak bersedia untuk dipermandikan menjadi orang Kristen, tapi ia mulai memerintah orang Romawi supaya berhenti menganiaya orang Kristen.
Maka pada tahun 325, Kaiser Konstantinus secara resmi mengeluarkan dekrit yang isinya semua penduduk Kekaiseran Romawi bebas untuk menganut agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing dan orang Kristen tidak boleh dikejar-kejar lagi. Sejak saat itulah semua orang Romawi ramai-ramai minta dipermandikan menjadi orang Kristen.







