Warga sudah menanti gubernur sejak pagi. Tanda mereka rindu. Ingin melihat seperti apa gerangan wajah Gubernur VBL. Selama ini mereka hanya dengar apa kata orang tentang sosok Gubernur VBL.
Di panggung sederhana duduk Gubernur VBL didampingi Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati, Thomas Ola Langodai. Warga masyarakat, para kepala desa, lurah, pimpinan OPD Lembata suduk di kursi-kursi. Yang tidak kebagian kursi berdiri membaur dengan warga. Yang lain rela duduk di pasir. Tidak peduli. Yang penting bisa bertemu gubernur.
Dalam arahannya kurang lebih 45 menit, Gubernur VBL lebih banyak memberi motivasi kepada warga untuk tetap semangat bekerja. Pandemi Covid-19 memang sangat mengganggu.
“Tetapi jangan takut dengan corona (Covid-19). Kita ini terlalu takut dengan corona. Siapa pernah lihat corona? Kalau tidak pernah lihat, kenapa begitu takut? Kita tidak tahu, corona ini sampai kapan habis, tetapi kita tidak bisa tinggal di rumah terus. Harus keluar rumah, harus kerja. Jangan takut kerja,” tandas Gubernur VBL.

Covid-19, kata Gubernur, harus menjadi momentum bagi NTT untuk bangkit dan bekerja. “Ketika mereka lain masih kena virus corona, kita sudah harus kerja lebih cepat. Ini momentum bagi NTT untuk bangkit. Bila perlu meninggalkan daerah lain yang terpuruk karena virus,” kata Gubernur VBL memotivasi masyarakat.







