Gubernur VBL menggambarkan kondisi NTT berikut tantangan yang dihadapi. Di sektor pendidikan, Gubernur VBL menegaskan hanya akan ada tiga mata pelajaran di sekolah dasar (SD), yakni matematika, bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
“Pelajaran yang lain nanti di SMP dulu. Kalau tiga ini sudah kuasai, yang lain bisa baca sendiri. Saya akan bertemu Menteri Pendidikan dan Presiden minta agar NTT bisa atur sendiri pendidikan,” tandas Gubernur VBL.
Gagasan tiga mata pelajaran saja untuk tingkat SD ini sudah banyak kali dikemukakan Gubernur VBL di berbagai forum dan kesempatan. Dalam pandangannya, mata pelajaran matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia adalah basic. Dasar untuk memahami pengetahuan lain.
“Kalau matematika bagus, logiknya bagus. Kalau Bahasa Inggris bagus, bisa baca banyak materi lain dalam Bahasa Inggris. Ke depan generasi muda NTT harus bisa berbahasa Inggris,” beber Gubernur VBL memberi argumennya.
Nyambung dengan tiga mata pelajaran untuk SD, Gubernur VBL juga mengatakan dalam masa pemerintahannya tidak perlu banyak program dikerjakan. Fokus pada satu dua yang urgen dan punya daya ungkit bagus.
“Kerja itu jangan seperti kambing, tetapi harus seperti kerbau. Kambing kalau berak, banyak sekali tapi kecil-kecil. Orang injak tidak rasa apa-apa. Tetapi kalau kerbau berak…. hanya satu saja tetapi siapa yang berani injak? Semua orang tidak mau injak. Cuma satu tapi dampaknya besar. Begitu juga program kerja. Satu tapi dampaknya langsung terasa,” tutur Gubernur VBL.







