Ruas jalan sepanjang 18 Km menuju Lamalera yang disebut Bupati Sunur, memang mengerikan kondisinya. Siapa pun yang menitinya diuji adrenalinnya. Berdebu. Tanpa aspal. Batu mencuat di sepanjang jalan. Kendaraan tidak bisa melaju cepat. Kendaraan berguncang hebat. Hanya mobil dobel gardan saja yang bisa tembus. Pengemudinya juga mesti sudah berpengalaman.
Jalan sepanjang 18 Km butuh waktu tempuh hampir dua jam. Dan bayangkan, tidak sampai setengah jam di kampung nelayan selatan Lembata itu, Gubernur VBL dan rombongan harus kembali ke Lewoleba meniti jalan yang sama.
Staf khusus gubernur, Pius Rengka, hanya berdecak. Seperti tidak percaya kalau Gubernur VBL mau berlelah-lelah datang ke Lamalera. “Lelah memang, tetapi harus begitu pemimpin itu. Bisa tahu dan rasakan apa yang selama ini dirasakan warga di sini,” kata Pius.

Ruas jalan Lewoleba menyusur pantai hingga tembus ke Lamalera hanya satu contoh ruas jalan provinsi yang masih rusak parah di seluruh NTT. Tak heran Gubernur VBL bersama Wagub Josef A Nae Soi, satu kata saja untuk ruas jalan ini: cari dana dan selesaikan sebelum mengakhir masa jabatan.
Alasannya sederhana tetapi sungguh penting. Jalan beres semua akses terbuka. (tony kleden/kerja sama dengan biro humas setda ntt)







