Kita jadi mengerti pesan dari pilihan fokus kerja seperti ini. Jalan provinsi misalnya. Dengan ruas begitu panjang di NTT, tentu tidak banyak manfaatnya kalau dikerjakan saban tahun dengan cara mencicil sedikit-sedikit. Sampai kapan pun jalan provinsi tidak akan selesai. Ketika yang lain hendak disentuh aspal, yang lama sudah hancur.
Itu sebabnya, Pemprov NTT bertekad membereskan semua jalan provinsi di NTT. Dari mana dananya? Dengan meminjam dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero. Gubernur VBL bahkan sudah meneken MoU peminjaman itu dengan Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad, Rabu (5/8/2020). Penandatanganan dilakukan secara virtual. Gubernur VBL di Kupang, Dirut PT SMI di Jakarta.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, dalam sambutan singkatnya ketika membuka tatap muka dengan Gubernur VBL di Pantai Mingar membeberkan potensi hebat pariwisata Lembata. Kendala utamanya adalah akses jalan yang rusak parah.
Bupati Sunur mengatakan, wisata Lembata tengah digenjot sehingga bisa menjadi hinterland dari Labuan Bajo.
Ikon pariwisata Lembata, sebut Bupati Sunur, masih tetap Lamalera. Penangkapan ikan paus secara tradisional. “Tetapi jalan ke sana belum beres. Sisa 18 Km dari sini (Minggar—Red). Saya minta jalan ini dikerjakan provinsi, bupati hanya urus tempat wisatanya dan jalan lain. Untuk seorang gubernur seperti Pak Viktor jalan 18 Km itu batuk saja sudah selesai,” kata Bupati Sunur disambut aplaus dan dukungan semua yang hadir.







