Kunker Gubernur NTT ke  Sikka:  Dari Maumere ke Jepang

WhatsApp Image 2020 08 03 at 06.39.52

Di Sikka, jelas Bangkur, terdapat 559 KK nelayan. Kebun mereka adalah laut. Hidup mereka sepenuhnya dari laut. Tetapi kapal tangkap mereka, kata Paulus, masih kecil. Jelas kekuatan dan daya jangkau terbatas. Pergi pagi pulang malam. Atau pergi malam pulang. Tidak bisa lama di laut.

Menurut Bangkur, ini rugi. Kalau saja kapal tangkap para nelayan lebih besar lagi dengan daya jangkau lebih jauh, pasti hasil tangkap mereka lebih banyak. “Kalau Bapak Gubernur bisa bantu nelayan, kami minta kapal tangkap yang lebih besar lagi,” kata Bangkur.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bangkur menyebut hasil tangkapan ikan para nelayan semakin meningkat. Tahun lalu saja, hasil tangkapan para nelayan sebanyak 16 ribu ton. Hasil tangakapan ini, kata Bangkur, jelas akan terus bertambah sering  peningkatan jumlah dan tonase kapal tangkap yang semakin  baik dan besar.

Bangkur juga dengan antuasi menyebut konsumsi ikan di Sikka melebih rata-rata nasional. “Konsumsi ikan kita di Sikka juga sudah meningkat. Kalau nasional 54 kg/orang/tahun, maka di Sikka 59 kg/orang/tahun,” kata Paulus.

Gubernur VBL merespon positif potensi perikanan di Sikka. Senang dengan hasil tangkapan para nelayan. Antusias Sikka kirim ikan ke Jepang dan Korea.

PATER BOLLEN
Berkolaborasi dengan Gereja, Gubernur VBL menemui Pater Heinrich Bollen, SVD

“Ke depan kita akan perkuat sektor perikanan. Betul, masalahnya masih pada sumber daya, terutama kapal yang masih kecil. Kita inginkan agar kapal-kapal para nelayan itu besar sehingga mereka tidak  perlu melaut satu hari dan kembali ke darat. Dengan kapal lebih besar mereka melaut satu minggu baru pulang ke darat,” kata  Gubernur VBL.

Pos terkait