Politik Riang Gembira Gaya Melki Laka Lena

mll ja2
Melki Laka Lena dan Johni Asadoma seiring langkah menuju KPU NTT, Senin (23/9/2024), mengikuti acara penarikan nomor urut pasangan calon

Mengapa mesti dengan NTT diaspora? Melki-Johni sadar sungguh semua visi misi dan program kerja para paslon baik adanya. Tujuannya juga mantap demi kemajuan NTT.

Tetapi mengajak NTT diaspora untuk bangun NTT,  itu yang baru dari Melki-Johni. “Ini pola yang akan kami tawarkan di tengah begitu banyak gagasan yang kurang lebih sama di antara kami. Kami buat ini (ajak diaspora NTT) karena kita perlu belajar dari banyak bangsa yang maju. Saya dan Kak Johni dengan rekam jejak yang sudah ada, akan merangkul semua kekuatan untuk bangun NTT,” tegasnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Melki juga meminta agar  politik di NTT tidak dinodai dengan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). “Saya minta agar kita minimalisir isu suku agama. Ini penyakit kita dari dulu.  Tolong jangan gunakan isu agama, suku untuk dapatkan suara. Itu yang membuat kita sulit maju. Jangan pilih karena alasan suku dan agama. Urusan suku dan agama kamarnya tersendiri. Urusan politik kamarnya tersendiri. Tetapi jangan bawa suku dan agama ke politik dan mendominasi urusan politik,” pinta Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Dengan rendah hati Melki juga ingat dan menyebut teman-teman kelasnya  dari SD hingga perguruan tinggi. “Teman-teman saya di SDK Don Bosco III (Kupang), SMP Seminari Kisol, SMP Ndao Ende, Sekolah Menengah Farmasi Kupang, juga  alumni farmasi Yogya. Teman-teman kesehatan di seluruh NTT. Saya tahu  lima tahun terakhir selalu besama-sama kami di kesehatan. Juga para guru saya. Terima kasih sudah mendukung kami,” kata Melki.

Dulu Bung Kanis Pari ingatkan kita jangan takut berpolitik, hari ini Melki Laka Lena-Johni Asadoma ajak kita untuk berpolitik riang gembira. Bagi Melki-Johni, politik itu pesta demokrasi, bukan  resespi demokrasi. (tony kleden)

Pos terkait