Senja Terakhir Seorang Wartawan, Obituari Tata Kornelis Kewa Ama

kowaama 4
Kornelis Kewa Ama

Sembari mengusap wajah suaminya yang terbujur kaku dalam peti, sang istri mengenang malam itu. Ketika hari sudah gelap, kabar itu akhirnya datang. Seorang polisi mengetuk pintu rumah mereka. Seseorang sebelumnya menghubungi polisi di Pos KP3 Bandara, bundaran burung, Penfui, Kupang, bahwa ada seorang pria dalam mobil yang sepertinya sakit dan membutuhkan pertolongan. Petugas itu kemudian membawanya ke Rumah Sakit Leona di Kupang. Upaya pertolongan dilakukan, tetapi Tuhan berkehendak lain. Nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Lelaki yang selama puluhan tahun menulis kisah hidup orang lain itu akhirnya menutup kisah hidupnya sendiri—sunyi, pada sebuah hari yang sederhana. Padahal perjalanan hidupnya tidak pernah benar-benar sederhana.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pada masa mudanya, ia pernah menempuh jalan panggilan religius sebagai frater calon imam dalam Serikat Sabda Allah, Societas Verbi Divini (SVD). Jalan itu kemudian membawanya dekat dengan dunia Gereja dan pelayanan. Pilihan hidupnya kemudian berubah arah. Ia tidak melanjutkan jalan imamat, tetapi panggilan untuk mengabdi kepada masyarakat tetap ia jalani melalui dunia jurnalistik.

Ketika bekerja sebagai wartawan di Kompas, ia pernah bertugas di Timor Timur, wilayah yang kini menjadi negara Timor-Leste. Masa itu bukanlah masa yang tenang. Dalam salah satu peristiwa yang kemudian sering ia kenang, ia pernah berada di situasi berbahaya dan bahkan sempat tertembak. Peluru itu tidak merenggut nyawanya karena ia mengenakan rompi antipeluru. Ia selamat.

Barangkali sejak saat-saat seperti itulah ia memahami bahwa hidup seringkali berjalan di antara ketidakpastian, dan karenanya harus dijalani dengan ketenangan. Hari-hari terakhirnya pun dijalani dalam kesederhanaan yang sama: membantu istri, mengurus rumah, dan memikirkan makan malam keluarga. Hari terakhirnya bukan di ruang redaksi, bukan pula dalam liputan besar. Melainkan dalam sebuah niat sederhana: mencari ikan bakar untuk makan malam.

Pos terkait