Di rumah itu, kesedihan tentu tidak terhindarkan. Namun kegelisahan terbesar sang istri bukan semata kehilangan pasangan hidup yang telah menemaninya bertahun-tahun. Ia justru lebih cemas memikirkan Ano. Putra mereka yang istimewa itu kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok ayah yang selama ini menjadi penyangga bagi keluarga kecil mereka.
Tetapi mereka yang mengenal keluarga ini tahu, perjalanan hidup mereka selalu dibangun di atas kesabaran yang panjang dan cinta yang tidak mudah menyerah. Nilai-nilai yang mungkin tidak selalu tampak dalam berita-berita yang ia tulis. Namun nyata ia hidupi sepanjang hidupnya.
Dan mungkin di situlah makna terdalam dari hidup seorang wartawan: bukan hanya pada kata-kata yang pernah ia tulis, tetapi juga pada kisah hidup yang ia jalani. Selamat jalan tata, selamat jalan senior: Kornelis Kewa Ama. Doa kami menyertai langkah akhirmu menuju nirwana. (yos sudarso, mantan wartawan pos kupang)







