Si Cerdas Nan Rendah Hati Dari Kisol Itu Sekarang Jadi Gubernur NTT

Melki laka lena1

“Dia pendengar yang baik. Kalau kami teman-teman suka curhat soal apa saja , Melki selalu mendengar dengan sabar. Dia juga suka bercanda, jadi suasana di asrama selalu hidup,” ungkap Celym

Menurut Cely, sifat Melki yang terbuka dan mudah bergaul membuatnya cepat diterima di lingkungan baru.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sebagai anak dari Kupang yang jauh merantau ke Manggarai Timur, Melki berhasil membaur dengan teman-teman dari berbagai daerah di NTT yang bersekolah di sana.

“Kami waktu itu satu kelompok kecil di asrama. Karena Melki anak Kupang dan saya anak Ruteng, jadi kita cepat akrab. Kita saling bantu, saling jaga,” katanya.

Waktu berlalu, mereka berdua berpisah jalan setelah menyelesaikan pendidikan di Seminari Kisol. Melki melanjutkan perjalanan hidupnya hingga akhirnya kini terpilih menjadi Gubernur NTT, sementara Cely mengabdikan diri di bidang teknik hingga akhirnya duduk sebagai anggota DPRD NTT.

Namun, meskipun posisi keduanya kini berbeda—Melki sebagai eksekutif, Cely di legislatif—persahabatan itu tetap terjaga. Bahkan, kedekatan mereka justru menjadi modal untuk membangun hubungan kerja yang sehat.

“Saya merasa tidak ada beban untuk mengkritik jika ada kebijakan yang keliru.Begitu pun sebaliknya, kalau saya melenceng, Melki pasti mengingatkan. Itu karena kami sahabat sejak dulu,” ujar Cely.

Sebagai sahabat lama, Cely meyakini Melki Laka Lena memiliki semua syarat untuk menjadi pemimpin yang bisa membawa NTT keluar dari jerat kemiskinan.

Cely mengakui, NTT masih termasuk provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Namun, dengan kecerdasan, kerendahan hati, dan kemampuan membangun komunikasi dengan semua pihak, Melki diyakininya mampu memimpin perubahan besar.

Pos terkait