Sorgum Jadi Keunggulan Kampung Gersang Likotuden

sorgum3
Plang nama Kampung Likotuden

Belakangan ini, Pemerintah Indonesia mulai mendorong budidaya sorgum. Presiden Jokowi – sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (4/8/2022)  – meminta penanaman sorgum diprioritaskan di NTT. Flobamora yang dikenal dengan curah hujan sangat terbatas diharapkan menjadi sentra sorgum di Indonesia.

Budidaya sorgum sebenarnya belum punah di NTT. Hingga saat ini tanaman tiga kali panen setahun itu masih dibudidayakan di daerah ini. Sebut misalnya di Desa Kawalelo. Di sana setidaknya ada 45 petani yang kini fokus berkebun sorgum dengan areal total seluas kurang lebih 50 ha. Mereka adalah kelompok tani sorgum di bawah koordinasi Koperasi Likotuden.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Budidaya sorgum di sana relatif terjaga karena peran koperasi yang selalu fokus siapkan benih, siapkan pasar (beli dan jual sorgum). Para petani tetap jadi anggota koperasi bila mereka masing masing  memiliki lahan minimal 1 ha dan semuanya harus ditanami sorgum. Yang tidak taat dicoret dari keanggotaan koperasi.

sorgum2
Tanaman sorgum yang sudah mengering.

Contoh menyusul di Lembata. Ada petani bernama Petrus Daton di Desa Mudawuok, Kecamatan Nubatukan. Ia bersama keluarganya sejak lama fokus berbudidaya sorgum. Bahkan keluarganya sejak 7 tahun lalu hanya mengandalkan nasi sorgum sebagai makanan utama dalam keluarganya.

Ada juga contoh budidaya sorgum dorongan Rm Tinus Dai Koban Pr, Pastor Paroki Kalikasa (Lembata).

Bermodalkan kisah sejak turun temurun, keluarga Ancis sejak empat bulan lalu kembali merintis budidaya sorgum. Dan sorgum yang hendak dirontokkan di Likotuden, dari panenan perdananya. “Hasilnya cukup menggembirakan, sekitar 2 ton per ha. Nanti tiga bulan lagi atau sekitar November akan panen lagi,” papar Ancis.

Pos terkait