Sebagai camat, kata Simon, dia akan mendukung langkah-langkah hukum yang akan ditempuh sehingga terjadi yang namanya transparansi dalam pengelolaan Dana Desa (DD).
Sementara itu, Petrus Kefi warga Rt/Rw 06/ 03 sangat menyesalkan sikap arogansi yang ditunjukan oleh penjabat kepala desa dan aparaturnya.
Menurut Kefi, kepala desa bersama sekretarisnya secara tahu dan mau telah membohongi masyarakat Banain A secara keseluruhan.
Menurutnya,, jika pada hari ini ada pengakuan bahwa memang mereka telah salah bekerja karena tidak melakukan survei harga dan sebagainya, maka hari ini juga mereka harus bertanggungjawab.
“Kalau hari ini Pa L tidak segera mengembalikan dana yang telah diambil maka disinilah kuat dugaan kami bahwa ada kong kali kong (konspirasi) antara L dan aparat desa. Saya menduga bahwa mereka telah mendapatkan fee dalam jumlah besar,” kesal Petrus.
“Jika dibiarkan maka saya juga menduga bahwa mereka akan urus diam-diam tanpa sepengetahuan masyarakat lalu sampai pergantian kepemimpinan dianggap selesai. Saya dan masyarakat yang lain tidak terima ini. Maka mulai hari ini kami segel kantor desa sampai dengan masalah ini selesai,’ ungkap Kefi tegas.
Kami akan lapor di polisi dan jaksa agar orang-orang ini diperiksa, bila perlu temukan kesalahannya dan jebloskan ke penjara supaya menjadi pelajaran untuk pemimpin-pemimpin yang akan datang.
“Saya akan membangun komunikasi dan kekuatan di desa untuk mengawal masalah ini sampai selesai” jelas Petrus. (siu)







