KUPANG kabarntt.id—Golkar NTT tidak main-main dengan dugaan perilaku tidak etis AT, Wakil Ketua DPRD TTU dari Fraksi Golkar. Diharapkan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU bertindak tegas dan memberi sanksi kepada AT.
Sikap Golkar NTT ini dikemukakan Wakil Ketua Bidang Perempuan Golkar NTT, Liby Sinlaeloe, Selasa (2/11/2021).
Sebagaimana ramai di dunia medsos, AT diduga melakukan pelecehan terhadap dua ASN yang bertugas di Sekretariat DPRD TTU ketika berada di Bali. Kasus ini menjadi viral dan mendapat reaksi luas dari warga.
Menurut Liby, BK DPRD TTU harus segera mengambil sikap atas kasus pelecehan oleh AT karena y sudah mencoreng lembaga DPRD dan juga Partai Golkar, karena AT merupakan kader dari Partai Golkar.
“Kasus ini harus menjadi perhatian serius dari lembaga Badan Kehormatan DPRD TTU. Artinya jika dugaan ini benar maka harus diberikan sanksi tegas dan juga harus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat TTU, terutama bagi pihak-pihak yang dilecehkan atau dirugikan,” tegas Liby.
Liby yang juga Koordinator Rumah Perempuan ini, mengungkapkan jika AT benar melakukan apa yang ramai dan viral di media sosial, maka keberadaan perempuan akan tidak nyaman, karena yang seharusnya mengayomi sudah berani melakukan perbuatan tidak terpuji.
“Ini sangat miris, karena sampai dengan saat ini perempuan tidak merasa aman dan nyaman dalam melakukan pekerjaannya akibat relasi yang timpang antara perempuan dan laki-laki, apalagi seorang pemimpin,” kata Liby.
Liby meminta Partai Golkar NTT harus bersikap tegas dan mengusut tuntas dugaan pelecehan tersebut.
“Partai Golkar NTT tentu saja harus bersikap KOP (ktitis, obyektif dan proporsional) atas dugaan kasus itu. Wujudnya segera usut tuntas dugaan kasus ini,” imbuhnya. (np)







