LABUAN BAJO kabarntt.id—Aksi pengeroyokan terhadap 3 orang staf di Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, mendapat kecaman dari Kepala Dinas Perhubungan Manggarai Barat.
Pengeroyokan tersebut terjadi, Rabu (30/3/2022) pagi, di Pasar Rakyat Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Sebanyak 3 pegawai di dinas tersebut babak belur dikeroyok para pedagang ikan di pasar tersebut.
Ditemui di kantornya, Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Perhubungan Manggarai Barat, Yosep Suhandi menegaskan agar para pelaku pengeroyokan tersebut harus diproses hukum maksimal.
“Pada prinsipnya tindakan main hakim sendiri harus dihukum. Apalagi staf saya sedang melaksanakan tugas penertiban di lokasi,” ujar Suhandi.
Suhandi mengatakan, wajib hukumnya agar setiap pelaku usaha dari luar Manggarai Barat atau siapa pun itu, harus tertib regulasi yang ada di Manggarai Barat.
Kejadian tersebut bermula saat petugas dinas perhubungan mengatur kendaraan parkir di area pintu utama pasar.
Salah satu pengendara sepeda motor melintas berlawanan arah di jalur tersebut. Tak terima ditegur, akhirnya terjadi adu mulut, hingga menyebabkan kerumunan.
Lalu pedagang ikan di area yang hari-hari sering ditegur petugas karena menjual ikan tidak pada tempatnya, terus melakukan provokasi hingga merekapun mengeroyok para petugas.
Sejumlah 3 orang petugas babak belur dihajar para pedagang ikan dan menyebabkan ketiganya mengalami luka serius.
Petugas tersebut di antaranya Fransiskus Daut, Yakobus Jas dan Bonifasius Padua.
Tak terima atas kejadian tersebut, Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Mabar melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polres Mabar.
Aparat kepolisian Resor Manggarai Barat mengamankan sembilan orang yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Yoga Darma Susanto menyebut, kasus tersebut masih dalam proses pengembangan.
“Masih pengembangan. Sembilan orang sudah diamankan,” kata IPTU Yoga ditemui di kantornya. (obe)







