Tragedi Berdarah di Desa Amol TTU, Ini Penjelasan Saksi

istockphoto 1326407182 1024x1024 1
Man holding a machete in his and in a threatening stance

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Kasus pembunuhan sadis di Desa Amol, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Seorang pria bernama Landelinus Kuabib tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, adik ipar, serta dua ponakannya.

Meski salah satu ponakan berhasil selamat, namun luka yang dialaminya akibat serangan brutal pelaku diperkirakan dapat menyebabkan cacat permanen.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin malam (13/10/2025), sekitar pukul 20.30 WITA, di Dusun Usapitoko, RT 003/RW 003, Desa Amol, Kecamatan Miomaffo Timur, TTU.

Dalam insiden tersebut, tiga orang tewas yakni Emiliana Oetpah (53), istri pelaku, Kristina Nomawa (43), istri adik kandung pelaku, dan Bernadeta Kuabib (8), ponakan pelaku.

Sementara, seorang ponakan lainnya, Lusiana Kuabib (14), mengalami luka berat dan kini dirawat intensif di RSUD Kefamenanu.

Salah satu saksi, Yuliana Talan, menceritakan detik-detik kejadian mengerikan tersebut. Ia mengatakan pada siang hari, sekitar pukul 09.00 WITA, dirinya bersama keluarga pergi ke acara duka di Kampung Taupi, Desa Amol. Sekitar pukul 17.00 WITA, mereka kembali ke rumah dan langsung beristirahat.

“Sekitar jam 9 malam saya dengar korban berteriak. Saya langsung lari ke TKP dan lihat pelaku pegang parang. Saya sempat menegur, tapi dia tidak bicara apa-apa. Dia malah memukul bahu kiri saya pakai parang. Karena takut, saya lari sembunyi untuk selamatkan diri,” jelas Yuliana.

Pos terkait