Membongkar dan Membangun

IMG 20241231 WA0018 1

Entah sebagai sarang penyamun atau sebagai tempat berjualan, keduanya telah menunjukkan satu sifat manusia yang suka mencari keuntungan, juga melalui jalan yang tidak benar. Berjualan di tempat yang salah atau mencari keuntungan dengan mencuri atau merampok, tidak dibenarkan. Mengganti peran atau posisi tempat dari yang kudus kepada sesuatu yang profan juga tidak dibenarkan. Apalagi menukar Bait Allah menjadi pasar itu salah besar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Hal ini dapat terjadi kalau manusia sudah melupakan jati dirinya yang sebenarnya. Manusia adalah citra Allah dan oleh pembaptisan, tubuh orang beriman menjadi tempat diam Allah dan serentak menjadi Bait Allah Roh Kudus.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Baiklah kita pada hari ini secara jujur berkata kepada diri sendiri, bahwa diri kita yang adalah gambaran Allah dan Bait Roh Kudus, telah tercemar oleh berbagai keinginan jahat. Dalam satu dan lain hal, mungkin diri kita juga telah menjadi sarang penyamun, menjadi sumber segala kejahatan dan dosa. Dari dalam diri kita, bisa timbul berbagai macam keinginan jahat: malas, iri hati, dendam, berlaku kasar satu terhadap yang lain, perselisihan dan berbagai macam keinginan jahat lainnya. Dapat dikatakan juga bahwa diri kita telah menjadi sarang penyamun.

Pada hari ini, Yesus mau berkata kepada kita, rombaklah cara hidupmu yang lama ini, yang salah, yang berdosa dan gantilah dengan cara hidup yang baru. Hiduplah sebagai anak Allah yang sesungguhnya. Dia tidak hanya mengajak kita untuk merayakan pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran yang menjadi Gereja Katedral Paus di Roma atau untuk mengingatkan kita bahwa Basilika Lateran adalah Mater et caput omnium ecclesiarum urbit et orbit tetapi lebih dari itu kita diajak untuk membarui diri yakni rombaklah cara hidup dan pola pikir kita yang bertentangan dengan ajaran kristiani dan nasehat Injil.

Pos terkait