“Sebenarnya program kami sudah dimulai sejak 2022, tapi hanya menyasar UMKM di Manado, Makasar, dan Samarinda. Kalau Kupang ini baru dimulai sejak 2023,” ujar Astrid di sela-sela kunjungan ke rumah tenunan milik Yuliana Nesi di Kelurahan Naioni.
Menurut Astrid, salah satu lokasi UMKM yang dikunjungi adalah milik Yuliana Nesi. Sebab, CIMB Niaga memberi modal usaha. Selain itu, menyeleksi UMKM di seluruh Indonesia lalu memilih 50 UMKM untuk mendapatkan pinjaman tanpa bunga.
“Selain pinjaman tanpa bunga, kami juga memberikan pelatihan marketing. Seperti yang diceritakan Yuliana kan masih kendala soal manajemen finansialnya sehingga tidak bisa membedakan antara kebutuhan rumah dan usaha. Jadi kami ajari karena itu besik dari UMKM begitu,” imbuh Astrid.
Astrid menjelaskan UMKM di Kota Kupang yang diberi modal pinjaman sudah mencapai 11 UMKM sejak 2023. Namun, setelah dilakukan seleksi, terdapat 18 UMKM yang terpilih seperti makanan, tenunan dan sebagainya yang berbasis lokal. (*)







