Kedua, perilaku elit partai politik ketika menghadapi pemilu khususnya fenomena terjadinya koalisi partai yang berbeda ideologi. Idealnya koalisi partai dibentuk dengan dasar kesamaan ideologi suapaya tidak menimbulkan perselisihan serta pengambilan kebijakan yang salah.
Fenomena melemahnya ideologi partai politik ini menjadi momentum sekaligus catatan kritis bagi Partai Golkar NTT pada usianya yang ke-56 tahun. Untuk Golkar sendiri, ideologi partai berperan penting bagi eksistensi partai sendiri. Partai Golkar memiliki ideologi yakni akan tetap dan terus konsisten menjadi benteng terdepan dalam mempertahankan Pancasila dan jiwa UUD 1945 sebagai landasan dalm kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Eksisnya Partai Golkar di NTT hingga kini merupakan konsekuensi dari konsistennya Partai Golkar dalam menjalankan ideologinya.
Salah satu upaya yang penulis tawarkan dalam memperkuat ideologi partai Golkar di NTT adalah meningkatkan peran Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) partai Golkar NTT.
Litbang dalam partai politik berperan dalam mengumpulkan, menganalisis dan mendristribusikan informasi politik kepada publik seperti pesaing politik, media massa, jurnalis maupun masyarakat sendiri. Selain itu, Divisi Litbang juga berperan untuk menjaga konsistensi ideologi Partai Golkar sehingga tidak mudah dipengaruhi dan dirusak oleh individu-individu tertentu.
Pentingnya peran Litbang dalam organisasi politik seperti Golkar terletak dari ketertarikannya dalam upaya penterjemahan ideologi partai sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat .






